Jurnal / Penerapan Metode STIFIn Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Psikologis Remaja Di Lembaga Pendidikan Al-Qur’an Pondok Pesantren Nurul Jadid Tahun Ajaran 2019-2020

Penerapan Metode STIFIn Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Psikologis Remaja Di Lembaga Pendidikan Al-Qur’an Pondok Pesantren Nurul Jadid Tahun Ajaran 2019-2020

Farrah Camelia | UIN Sunan Kalijaga | 2021

Abstrak

Metode STIFIn adalah metode yang digunakan untuk menghafal Alquran sesuai mesin kecerdasannya. Mesin kecerdasan terbagi menjadi 5 tipe yaitu sensing, thinking, intuiting, feeling dan insting yang disingkat menjadi STIFIn. Dalam proses menghafal Alquran, santri menemui problematika seperti jenuh, malas, putus asa, dan lupa. Apabila masalah tersebut tidak diselesaikan dengan solusi yang tepat, beberapa dampak negatif seperti depresi, kegagalan dalam menghafal danpenyimpangan perilaku dapat memungkinkan untuk terjadi. Oleh karena itu, implementasi suatu metode sangat penting dalam proses menghafal Alquran agar tercapai tujuan yang diinginkan. Metode STIFIn hadir dengan konsep akurat dan aplikatif, menerapkan metode menghafal yang sesuai dengan potensi kecerdasan. Melalui penerapan metode yang tepat, akan terjadi peningkatan pada hafalan dan kesejahteraan psikologis santri. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan dan implikasi metode STIFIn terhadap kesejahteraan psikologis, serta menganalisis factor pendukung dan penghambat peningkatan kesejahteraan psikologis remaja melalui implementasi metode STIFIn. Penelitian ini menggunakan desain kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Terdapat tiga jenis informan dalam penelitian ini, yaituinforman kunci, informan utama, dan informan pendukung. Metode pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Uji keabsahan data menggunakan triangulasi sumber. Analisa data melalui tahap pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan: 1) Penerapan metode STIFIn diimplementasikan sesuai dengan mesin kecerdasan santri tipe sensing, thinking, intuiting, feeling, sedangkan metode STIFIn bagi tipe insting belum terimplementasi dengan benar; 2) Metode STIFIn yang terdiri dari sensing, thinking, intuiting, feeling, insting menunjukkan implikasi positif terhadap dimensi kesejahteraan psikologis penerimaan diri, pertumbuhan pribadi, tujuan hidup,otonomi, penguasaan lingkungan dan hubungan positif dengan orang lain; 3) Faktor pendukung metode STIFIn dan peningkatan kesejahteraan psikologis remaja antara lain: keinginan kuat untuk menghafal Alquran, konsistensi, dukungan orang tua, lingkungan, religiusitas sementara faktor penghambat peningkatan kesejahteraan psikologis remaja antara lain: mesin kecerdasan tidak sesuai dengan kepribadian, tidak dapat mengatur waktu, rasa malas dan jenuh.